Selama 2 hari kemarin saya dan Team Excellent yang lain memiliki agenda untuk berkunjung ke klien daerah Mampang dan Slipi Jakarta. Untuk menuju ke tempat klien biasanya saya menggunakan Bis AC yang sesuai dengan jurusan tempat klien atau lebih dekat dengan posisi klien berada dan dilanjut dengan menaiki Busway/Kopaja. Setiap berkunjung ke klien daerah Mampang tersebut saya selalu seperti itu, naik Bis AC dan dilanjut dengan Busway. Setelah bertanya pada salah satu karyawan klien, ternyata dapat langsung satu kali naik angkutan dan turun disalah satu halte. Angkutan yang dimaksud adalah APTB (Angkutan Penumpang Terintegrasi Bus).

Angkutan APTB ini memang sudah lama beroperasi di daerah Bekasi menuju beberapa daerah di Jakarta, Β akan tetapi saya nya saja yang kuper dan tidak tau informasi mengenai APTB ini :D. Setelah mencari tau, APTB ini menggunakan jalur busway dan berhenti disetiap halte busway yang dilewatinya. Apabila berhenti di salah satu halte Busway dan penumpang hendak lanjut dengan Busway, maka penumpang tidak perlu beli tiket atau bayar lagi. Tentu APTB ini bisa menjadi pilihan untuk kunjungan pada beberapa Klien yang terjangkau dengan APTB maupun Busway. Akhirnya kunjungan ke klien pun diusahakan menggunakan APTB, baik untuk pergi maupun pulang dari klien πŸ˜€

Bis-APTB

Pada kunjungan ke klien daerah Slipi saya menggunakan APTB kembali. Berangkat dari Mega Bekasi dan turun di halte Komdak-Semanggi, kemudian diteruskan dengan menaiki Busway. Turun di salah satu halte dan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju klien. Singkat cerita, bertemu dengan klien dan mengerjakan beberapa problem yang ada. Problem terselesaikan dan tiba waktunya pulang. Sayapun berpamitan pada klien untuk bergegas pulang.

Untuk pulang kembali ke Bekasi, ada 2 pilihan yang dapat diambil. Yang pertama adalah menggunakan Bis AC langsung atau kembali menggunakan APTB. Jika menggunakan Bis AC langsung, maka siap-siap untuk berdiri (waktu itu jam pulang kantor dan diperkirakan pastinya banyak yang naik :D) dan jika menggunakan APTB juga sama kemungkinan berdiri, akan tetapi rasanya berbeda :D. Akhirnya saya memutuskan untuk menaiki APTB kembali. Dikarenakan APTB untuk jurusan Bekasi tidak ada yang lewat, maka saya menaiki Busway terlebih dahulu dan diteruskan dengan APTB.

APTB yang saya naiki ini adalah yang kedua kalinya, dengan asumsi bahwa pergi dari Bekasi turun di Komdak-Semanggi, maka saya turun dari Busway Slipi di halte Komdak-Semanggi juga. Setelah menunggu beberapa lama, APTB jurusan Bekasi Barat pun muncul dan yang jadi masalah adalah muncul-nya dari tempat/jalan yang lain sehingga tidak melewati halte Busway yang sedang saya tunggu ini. Ternyata halte yang saya tunggu ini tempat yang salah untuk menunggu APTB tersebut :(. Tidak pikir panjang saya pun transit kembali dan turun di satu halte berikutnya.

Dihalte yang satu ini banyak APTB yang lewat meskipun jurusannya adalah Bekasi Timur. Menunggu sekian lama APTB yang dimaksud tidak kunjung datang, tiba waktunya adzan Maghrib dan sayapun bergegas berbuka puasa dengan air mineral. Tidak lama kemudian APTB yang dimaksud datang, namun yang menjadi masalah kembali adalah APTB tidak melewati jalur Busway dan berjalan pada jalur biasa, alhasil sayapun hanya bisa berkata yaaaah, ko ngga lewat jalur Busway sih, kumaha ieu?.Β Jika saya keluar dari halte Busway, belum tentu bis tersebut dapat saya kejar. Selain itu, mungkin saja si sopir bis menghindari macet yang terjadi dekat pintu toll masuk (kebetulan halte yang saya tunggu dekat dengan pintu toll masuk)

Ilustrasi salah tempat

Ilustrasi salah tempat

Berkaca dari 2 kejadian tersebut, maka saya memutuskan untuk transit kembali dan menunggu di halte berikutnya saja yang lumayan jaraknya agak jauh dan bukan dekat dengan pintu masuk toll. Alhamdulillah bis APTB yang dimaksud datang sekitar jam 19:30 dan jauh dari perkiraan saya yang sudah berangan sampai rumah sekitar jam tersebut sebelumnya πŸ˜€

Pesan morilnya adalah, cari informasi mengenai kendaraan yang akan kita naiki dan ketahui dimana dia akan muncul πŸ˜€